1.
dengan bahasa puisi, aku bisa membaca hatimu
menemani perbincangan nurani yang sering kau katakan
dan matamu, lebih banyak berbicara, dari pada bibirmu
TERBUKALAH...padaku sayang
karena tanpa kamu, langitku masih berwarna biru
2.
aahhhh...
kamu selalu rindu melulu
aku ingin menjedakan sebentar rasa cintaku padamu.
3.
siapakah kau, duhai nona?
kerling matamu luruh, membasahi pelangi
tapi warna senyummu dingin, sedingin hembusan angin malam
dan kau meletakan puisiku di genggaman hujan
dengan belati yang mengguyur dadamu
mungkin kau adalah sebuah firasat, yang menjadi bulan
lalu menghilang di balik awan
dan aku masih menantimu
membawa cerita cinta, sebagai pengantar tidur
untukmu
malam ini
Padepokan Halimun 14 Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar