Jumat, 06 April 2012

Masih Di bawah Huruf-Huruf Penantian

Masih Di bawah Huruf-Huruf Penantian

oleh Andrie Enrique Ayyas Camarena pada 6 Oktober 2010 pukul 15:31 ·
Masih Di bawah Huruf-Huruf Penantian

Aku hanya merasakan kesepian hatimu
meremas pekatnya kesunyian yang tertulis di note-note kecilmu
mungkin hanya huruf-huruf cintamu yang terus bersenandung rindu
menandai kepiluan jiwamu yang terombang ambing perasaan cinta
Ku tahu dirimu akan mengerti dan terus menanti

Cinta bukanlah perasaan huruf-huruf yang bernyanyi riang
di tengah gemulai rindu yang terus tersakiti,
kau bersandar di bayang-bayang waktu yang mengalir di pelupuk matamu
Yang berdetak mengulur satu rasa yang tersentuh oleh dusta dan penat hidupmu

Duhai bintang-bintang kecil di langit yang terus bersenandung cinta
cahaya terang hanyalah seberkas harapan yang tertinggal
kata-kata tiada berarti seluas lautan biru
Penawar rindu yang terus menggoda di lingkar paras wajahmu


jalan ini melepas semua beban yang merangkai kekekalan tawa
perlahan meredup di buaian penyesalan yang tertulis
Hingga  perjalanan merambat menarik suara-suara lonceng
Hingar bingarnya tertutup nyanyian tetesan air hujan,
Membasahi hatimu yang terbungkus kepedihan yang mengalun perlahan

masih lama kau berdiri di sana
menemani hujan yang kau genggam di bulan Oktober
Bukankah semua sudah ada di dalam hatimu?
Coba kau rasakan di hembusan nafasmu yang menghangatkan geraian rambutmu
mencintai bukan berarti harus selalu meluangkan waktu yang terus bicara
dalam hidupku, semua sudah terbagi di lekuk-lekuk cinta kita

love, masih berdansa memutar waktu di ruang rindu nafasku



Padepokan Halimun, 6 Oktober 2010



· · · Bagikan · Hapus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar